berawal dari tak bisa tidur hingga pukul 04.00 dini hari,saya ’start’ disini..menulis…
hmmm…sedikit menarik apa yang saya temukan beberapa saat yang lalu [setelah terperangkap tak jelas membuka Utube, google, blog orang] then finally I’ve found sumthin’ awesome…yang saya simpulkan telah sedikit menggelitiki sisi keromantisan saya..[ yang entah telah mengendap kemana, halah..haha]…yeah…puisi Sapardi Djoko Darmono [yang kemudian mendapat julukan 'pujangga sadaaap' dari saya] setelah membaca beberapa karyanya di google, yang sarat dengan…ah, lagi-lagi bosan menyebutkannya[cinta, red]…entah kenapa, kalau biasanya saya sedikit mengatasnamakan ’sentimen’ pada hal-hal yang berbau dengan puisi,apalagi yang ‘dilekatkan’ dengan badge cinta, kali ini saya harus sepakat untuk berkata tidak…
sajak kecil tentang cinta
mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu(mu) harus menjadi aku
aaarrrgggh, melting saya membacanya, betapa tidak??…
dan yang ini..
mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
ckckck…ampuuuun pak…hahaha
Tak heran jika beberapa artist [jose rzal, cornelia agatha, ine febrianti] menggelar event di Taman Ismail Marzuki yang bertajuk Pembacaan dan Musikalisasi Puisi Supardi Djoko darmono sebagai a tribute buat beliau…
Memang pantas…layak…setidaknya telah membuat saya seseorang yang ‘apatis’ dengan puisi bisa menggumam,”ternyata puisi itu indah yaa…!”..[pasti beberapa di anatara kalian ada yang berteriak'" y iyyalah, kemana aja neng??] hahahaha…